Kamis, 20 November 2014

Jokowi Bakal Diinterpelasi, NasDem Kerahkan Pelobi  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Victor Laiksodat akan mengerahkan tim pelobi untuk mencegah keluarnya hak interpelasi dari fraksi-fraksi pendukung Prabowo. "Akan ada yang melobi. Tapi bagaimana strateginya belumlah, Kami rapatkan dulu," kata Victor Rabu, 19 November 2014.

Menurutnya, hak interpelasi baru bisa dikeluarkan DPR apabila didukung 50 persen ditambah satu fraksi dari koalisi kontra pemerintah. Saat ini, masing-masing koalisi memiliki lima fraksi pendukung. "Kami yakin masalah BBM ini bisa dimengerti semua pihak. Ini untuk menyelamatkan anggaran negara dan demi kepentingan rakyat jangka panjang," kata dia.

Meskipun demikian, Viktor memahami kalau hak interpelasi adalah hak setiap anggota DPR. "Diupayakan jangan sampai keluar hak itu. Masalah BBM ini harus bisa dimengerti semua pihak," kata dia.

Kalaupun hak interpelasi dari Koalisi Prabowo terealisasi, Victor berharap langkah itu tak berlanjut pada penggunaan hak angket. "Janganlah. Kami yakin tidak akan sampai ke situ," kata dia. "Sekarang bagaimana mencegah interpelasi saja dulu."

Yang jelas sebagai partai pendukung pemerintah, Victor berujar, Partai NasDem akan menjelaskan kepada pihak-pihak yang tak setuju. "Bahwa kenaikan harga BBM ini untuk kepentingan rakyat juga," kata dia.

Selasa, 18 November 2014

ciri-ciri penyakit ebola
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan gejala ebola dan penularannya harus diwaspadai. Menurut Tjandra, hingga Sabtu, 1 November 2014, belum ada kasus ebola di Indonesia, namun ada pasien yang diduga terpapar virus itu setelah kembali dari luar negeri.

"Jika ada orang baru datang dari negara terjangkit ebola lalu dia demam, belum tentu demam itu gara-gara ebola. Bisa saja sakit yang lain, karena hanya memang perlu waspada dan hati-hati," kata Tjandra dalam keterangan tertulis.

Tjandra mengatakan ada empat gejala pada orang yang terjangkit virus ebola. Gejala-gejala ini harus diwaspadai, terutama jika menjangkiti mereka yang baru pulang dari negara tempat wabah ini berasal. Berikut ini empat gejala ebola menurut Tjandra:

1. ‎Demam yang tidak diketahui penyebabnya (fever of unknown origin).
2. Nyeri otot hebat.
3. Gangguan saluran pencernaan.
4. Manifestasi perdarahan.

Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedono, Kota Madiun, Jawa Timur, sedang merawat seorang pasien yang dicurigai terjangkit virus ebola. Pasien itu berinisial M, 29 tahun, warga Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. (Baca: Suspect Ebola Madiun Bekerja 8 Bulan di Liberia) “Kami merawatnya di ruang isolasi sejak dinihari kemarin,” ujar dokter spesialis jantung, Sjaiful Anwar, kepada Tempo.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Dokter Soedono ini menjelaskan, saat pertama masuk RSUD, M mengalami penurunan trombosit, demam tinggi, dan gangguan fungsi ginjal. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pasien yang baru pulang dari Liberia sebagai tenaga kerja Indonesia itu positif menderita malaria. (Baca: Pulang dari Liberia, Warga Madiun Suspect Ebola)

Lantaran riwayatnya baru datang dari negara yang ditetapkan sebagai daerah endemis ebola, oleh pihak RSUD, M ditetapkan sebagai terduga penyakit tersebut. Untuk memastikan M terjangkit ebola, Sjaiful mengaku pihaknya masih harus menunggu hingga delapan hari lagi. Sebab, masa inkubasi penyakit itu 21 hari. Adapun hingga Ahad ini M sudah menjalani perawatan selama 14 hari.

Dokter Asal Sierra Leone Meninggal Saat Dirawat di AS Akibat Ebola

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Martin Salia (Reuters)
Nebraska - Seorang dokter bedah asal Sierra Leone, Afrika meninggal dunia akibat virus Ebola. Dokter ini meninggal setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit Nebraska, Amerika Serikat.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/11/2014), dokter Martin Salia (44) yang warga negara Sierra Leone dan seorang permanent resident AS, dilaporkan dalam kondisi kritis ketika tiba di Nebraska Medical Center pada Sabtu (15/11).

"Ginjalnya tidak berfungsi, dia bekerja sangat keras untuk bernapas dan dia tidak sadarkan diri," tutur dokter Daniel Johnson dari Nebraska Medical Center yang merawatnya.

Selain menggunakan alat bantu pernapasan, Salia juga diberi plasma dari seorang pasien Ebola yang sembuh dan diberi obat ZMapp yang merupakan obat percobaan untuk Ebola. Namun sayang, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkannya.

Salia yang menjabat kepala staf medis pada United Methodist Kissy Hospital di Freetown, Sierra Leone ini, dinyatakan positif terinfeksi Ebola pada pekan lalu. Dia diterbangkan ke AS atas permintaan istrinya yang warga negara AS dan tinggal di Maryland.

Salia merupakan pasien Ebola kedua yang meninggal dunia saat dirawat di AS. Sebelumnya seorang pria asal Liberia meninggal setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Texas. Sejauh ini, dari sekitar 10 kasus Ebola yang ditangani otoritas kesehatan AS dan dirawat di sejumlah rumah sakit di AS, sebagian besar berujung kesembuhan pasien.

Salia merupakan pasien Ebola ketiga yang dirawat di Nebraska. Dua pasien Ebola lainnya yang dirawat di rumah sakit yang sama berhasil sembuh.

Tidak diketahui pasti bagaimana Salia bisa terinfeksi Ebola, karena dia tidak menangani langsung pasien Ebola di Sierra Leone. Namun media setempat melaporkan, bahwa Salia juga bertugas pada beberapa rumah sakit lain di Sierra Leone, yang diketahui merupakan salah satu negara terdampak Ebola paling parah di Afrika.

Dari total 5.177 korban tewas akibat Ebola, sebagian besar berasal dari Sierra Leone, Liberia dan Guinea.



(nvc/nwk)

Ahok Dilantik Presiden Jokowi Jadi Gubernur Besok di Istana

Ropesta Sitorus - detikNews
Jakarta - Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok akan dilantik Presiden Jokowi. Pelantikan akan digelar di Istana Negara.

"Jam 2 besok di Istana," jelas Ahok di sela-sela blusukan mengecek pintu air di Setiabudi, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Menurut Ahok, dia sudah mendapat jadwal pelantikan. Tepat pukul 14.00 WIB, Ahok akan merapat ke Istana.

"Rencananya, Perpunya mengatur dilantik oleh presiden," tambah dia.



(ros/ndr)

Sopir Palestina Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Bus

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Yerusalem - Seorang sopir bus di Palestina ditemukan tewas gantung diri di dalam kendaraan yang biasa dikemudikannya. Polisi Israel menyebutnya insiden bunuh diri, namun keluarga korban meyakininya sebagai serangan.

Sopir bus bernama Youseff al-Ramaouni (32) ini ditemukan tewas di dalam bus, yang seharusnya dikemudikannya pada Minggu (16/11) malam. Bus tersebut ditemukan di Yerusalem, dekat pemukiman Yahudi dan lingkungan warga Palestina.

Seperti dilansir Reuters, Senin (17/11/2014), kepolisian Israel menyebut bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa al-Ramouni bunuh diri. Namun rumor lain beredar luas di media Palestina yang menyebut bahwa dia dibunuh oleh warga Yahudi.

"Sopir bus tersebut bunuh diri, tidak ada indikasi lain selain ini adalah kasus bunuh diri," tutur juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.

Dalam keterangan terpisah, saudara laki-laki al-Ramouni, Louy menuturkan kepada Reuters, bahwa tidak mungkin saudaranya menghabisi nyawanya sendiri. Terlebih Ramouni memiliki dua anak yang masih kecil.

Menurut Louy, terdapat beberapa bekas luka pada jasad Ramouni yang menunjukkan bahwa dia dibunuh, sebelum digantung oleh pelaku.

"Saya melihat jasadnya semalam dan saya melihat ada memar dan bekas luka, menunjukkan dia diserang," ucap Louy.

"Terdapat bekas jari pada tubuhnya dan juga di bagian punggungnya terdapat luka memar seperti bekas dipukul dengan benda keras. ... Youssef tidak mungkin bunuh diri, ini tidak mungkin, dia memiliki kehidupan yang bahagia bersama istri dan keluarganya," imbuhnya.

Dalam keterangannya, kepolisian Israel menyatakan bahwa autopsi masih akan dilakukan terhadap jasad Ramouni untuk memastikan penyebab kematiannya. Keluarga Ramouni telah meminta agar ahli patologi Palestina hadir dalam autopsi tersebut, namun belum diketahui apakah akan diizinkan oleh otoritas Israel.

(nvc/ita)

Senin, 17 November 2014

Mendagri Portugal Mundur karena Kasus Korupsi

BBC World - detikNews
Menteri Dalam Negeri Portugal korupsi

Menteri dalam negeri Portugal, mengundurkan diri atas dugaan korupsi alokasi izin tinggal.


Menteri dalam negeri Portugal mengundurkan diri menyusul dugaan penyelidikan atas kasus korupsi yang terkait dengan alokasi sejumlah izin tinggal.

Miguel Macedo mengatakan dia tidak terlibat dalam skandal itu tetapi mengundurkan diri untuk menjaga kredibilitas lembaga negara.

Pada hari Kamis, polisi telah menangkap 11 orang, termasuk kepala layanan imigrasi di negara itu.

Portugal memberikan kelonggaran pemberian visa bagi orang-orang asing yang bersedia untuk berinvestasi.

Sejumlah warga negara Cina yang telah berinvestasi besar-besaran di bidang properti Portugis ini menjadi penerima dana utama dari sejumlah izin jalur-cepat.

Polisi mengatakan 11 orang telah ditahan atas dugaan korupsi, pencucian uang, penyalahgunaan posisi dan penggelapan uang.

Macedo mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa dia "tidak memiliki tanggung jawab pribadi" dalam kasus ini.

"Ini adalah sebuah keputusan eksklusif yang didasarkan pada keyakinan pribadi dan politik," katanya.

"Saya mundur untuk membela pemerintah dan otoritas negara serta kredibilitas sejumlah institusi."

Penggeledahan dilakukan minggu lalu di beberapa lokasi, termasuk kementerian dalam negeri.

Hakim telah menanyai Manuel Palos, kepala layanan imigrasi negara itu, atas dugaan menerima suap, kata pengacaranya.

Sementara itu, pemerintah Portugal mempertahankan skema visa, yang dalam dua tahun ini telah membawa investasi lebih dari 1 miliar euro atau RP.15 trilliun.


(nwk/nwk)

Berciuman Bisa Tularkan 80 Juta Bakteri

BBCIndonesia.com - detikNews
                                           Ilmuwan minta pasangan berciuman selama 10 detik


Satu ciuman selama 10 detik bisa menularkan lebih dari 80 juta bakteri, kata ilmuwan Belanda.

Mereka memantau perilaku berciuman 21 pasangan dan menemukan bahwa pasangan yang berciuman sembilan kali sehari cenderung lebih berpotensi berbagi bakteri liur.

Studi menunjukkan bahwa mulut adalah rumah bagi 700 jenis bakteri berbeda, namun laporan ini mengungkap bahwa sebagian bakteri lebih mudah berpindah tempat.

Riset ini diterbitkan di jurnal Microbiome.

Satu tim dari Organisasi Belanda untuk Riset Sains Terapan (TNO) mewawancarai 21 pasangan untuk mengetahui kebiasaan berciuman mereka, termasuk berapa sering mereka berciuman tahun lalu dan kapan mereka terakhir melakukannya.

Ilmuwan mengambil sampel bakteri dari lidah dan liur relawan sebelum dan sesudah ciuman selama 10 detik.

Satu orang responden kemudian mengonsumsi minuman probiotik yang mengandung bakteri dari jenis mudah dikenali.

Saat ia berciuman selama 10 detik dengan pasangannya, ilmuwan mendeteksi jumlah bakteri yang dipindahkan ke partner berciumannya mencapai 80 juta bakteri.

(bbc/nwk)